SEJARAH PKPT STKIP NU KAB. TEGAL

 

Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi IPNU – IPPNU

“Berdirinya organisasi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama tidak hanya sekedar mengumpulkan kawan baik dari pesantren, dari sekolah-sekolah menengah Nahdlatul ‘Ulama’ dan umum ataupun dari universitas-universitas. Bukan hanya itu. Ada dasar yang bersifat ideologis yang menyebabkan dia tumbuh. Dia mempunyai sebab dan memiliki prinsip ideologis yang memerlukan ideologiese dranger yang melaksanakannya walau bagaimana juga zaman dan orang berkata tentangnya”

Moh. Tolchah Mansoer

 

Riwayat Singkat

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama – Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPNU – IPPNU) merupakan garda terdepan kaderisasi di tubuh NU. Tugasnya melakukan proses pemberdayaan kader serta mengembangkan potensi sumber daya manusia NU. Supaya dapat berkontribusi secara maksimal dalam kehidupan beragama, berbangsa & bernegara. Caranya : Pertama, IPNU-IPPNU harus mampumenjadi wadah pengembangan potensi generasi muda NU di segmen santri, pelajar & mahasiswa. Kedua, kader IPNU – IPPNU haruslah mampu menjadi pelaksana kebijakan NU & penjaga nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh NU

Bidang garap IPNU – IPPNU begitu luas. Dalam hal ini kami kerucutkan pada konteks IPNU – IPPNU di Perguruan Tinggi yang mungkin masih mejadi pertanyaan besar bagi segenap calon anggota. Mari kita menengok kembali dan menganalisa sejarah IPNU – IPPNU setengah abad silam.

Pada Muktamar IPNU ke-II di Pekalongan, 14 Januari 1957, serta ditindak lanjuti Muktamar IPNU ke-III di Cirebon, 27-31 Desember 1958 menghasilkan keputusan menggarap lahan mahasiswa. Oleh sebab itu,didirikanlah departemen kemahasiswaan dalam structural kepengurusan Pimpinan Pusat pada kongres tersebut. Progresifitas dari ketentuan ini,Konferensi besar I IPNU di Surabaya, 17 April 1960 mengesahkan berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sebagai pengganti dari departemen kemahasiswaan IPNU. Pemisahan ini dilakukan karena IPNU – IPPNU dinilai kurang mampu menampung aspirasi mahasiswa NU secara kolekif.

Kita ketahui bersama, dalam perjalannya yang belum mencapai satu dekade, organisasi pergerakan tersebut menyatakan sikap bahwa bukan lagi bagian dari badan otonom(banom) NU. Sikap yang diambil adalah interdependensi (satu haluan dengan NU secara aqidah, independen dalam pergerakan) yang menyebabkan terjadinya kekosongan bidang garap NU dikalangan mahasiswa.

 

Payung PKPT IPNU – IPPNU

Kemudian pada Kongres IPNU ke-VIII & IPPNU ke-VII yang dilaksanakan secara bersamaan pada 20-24 Agustus 1976 (Ketua terpilih: Rekan Tosari Wijaya &Rekanita Ida Mawaddah), menghasilkan kembali salah satu butir keputusan tentang pengamanatan pendirian departemen kemahasiswaan. Disinilah titik tumpu sayap IPNU – IPPNU melebar kembali untuk menggarap bidang mahasiswa.

Amanah dari hasil KongresIPNU ke-VIII dan IPPNU ke-VII ini tidak begitu saja langsung diindahkan oleh Pimpinan Pusat. Sedikit banyak berfokus pada penyelesaian internal yang begitu tersendat beberapa dekake. Tentu waktu itu, oleh sebab himpitan era orde baru terhadap NU yang nyata berimplikasi langsung terhadap IPNU – IPPNU itu sendiri. Bahkan waktu itu, rekomendasi ini tidak disertai dengan konsep yang operasionalistik. Sehingga, praksisnya pun menjadi nihil. Sehingga barulah pada era reformasi ini tercetus wadah bagi kader IPNU – IPPNU di Perguruan Tinggi dengan nama Pimpinan Komisariat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama-Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (PKPT IPNU – IPPNU).

Teruntuk PKPT IPNU, legal standingnya termaktub dalam Peraturan Dasar dan peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) pada sidang Kongres IPNU ke-XVIII di Boyolali, 4-8 Desember 2015. IPPNU dengan dinamikanya sendiri dalam Kongresnya, telah mendahului legalitas PKPT IPPNU pada Kongres sebelumnya yaitu Kongres IPPNU ke-XVI di Palembang, 30 Nopember – 5 Desember 2012.

Penghembusan ghiroh menggarap bidang mahasiswa sejak tahun 1976 hingga tercetusnya PKPT bagi IPNU pada tahun 2015 dan PKPT IPPNU pada 2012 bukan tanpa retorika. Hal ini melewati proses yang begitu panjang. Sejatinya, perjalanan panjang ini betul-betul diperjuangkan oleh rekan dan rekanita IPNU – IPPNUitu sendiri. Bukan faktor eksternal maupun politis. Mari kita kenali perlahan.

Pada fase 1980 hingga 1990-an, IPNU – IPPNU menghadapi polemik dengan dikeluarkannya organisasi tunggal kepelajaran yaitu Organisasi Intra Sekolah (OSIS). Keputusan Pemerintah mengeluarkan Undang-Undang No. 08 Tahun 1988 tentang Keormasan berimplikasi langsung pada IPNU – IPPNU. Langkah konkrit yang dihasilkan Kongres X dan IX di Ponpes Mambaul Ma’arif Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada 29 -31 januari 1988 adalah, mengganti akronim huruf ‘P’ dan “P pertama” pada singkatan IPNU – IPPNU yang berarti Pelajar menjadi Putera/i. Langkah ini diambil demi tetap berlangsungnya roda organisasi IPNU – IPPNU dan mengawal putera puteri bangsa menggapai cita-cita dalam bingkai ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyyah. Peralihan ini benar-benar menguras waktu, tenaga dan pikiran dikalangan struktural tertinggi hingga akar ranting. Dalam fase ini, apa kabar PKPT? Tentulah semakin hilang ditelan bumi. Pun belum ada yang menggaungkannya kembali.

Bagian dari keberkahan hadirnya era reformasi bagi IPNU – IPPNU adalah khittah. Bagi NU, dalam Keputusan Muktamar XXVII NU Nomor 02/MNU-27/1984, Khittah Nahdlatul Ulama adalah landasan berfikir, bersikap dan bertindak warga Nahdlatul Ulama yang harus dicerminkan dalam tingkah laku perseorangan maupun organisasi serta dalam setiap proses pengambilan keputusan. Landasan tersebut adalah faham Islam Ahlussunnah Wal Jama’ah yang diterapkan menurut kondisi kemasyarakatan Indonesia, meliputi dasar-dasar amal keagamaan maupun kemasyarakatan. Khittah Nahdlatul Ulama juga digali dari intisari perjalanan sejarah khidmahnya dari masa ke masa.

Bagi IPNU – IPPNU, khittahnya adalah kembalinya akronim dari makna Putera kembali kepada visi yang sejatinya, Pelajar.Aktualisasinya ini lewat hasil Kongres XIII di Makasar pada 22 – 26 maret 2000 dengan menghasilkan Deklarasi makassar. Lalu ditindaklanjuti pada kongres Surabaya pada 14 – 24 juni 2003, dihasilkan sejarah maha penting, yaitu mengembalikan IPNU ke khittahnya yaitu kembali ke pelajar. Sehingga nomenklatur “Ikatan Putera Nahdlatul Ulama” berubah kembali menjadi “Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama”. Begitu pula IPPNU : Pelajar Puteri. Nah, disinilah ghiroh IPNU – IPPNU untuk melakukan gebrakan dengan menggencarkan pendirian komisariat IPNU di sekolah, pesantren dan perguruan tinggi. Disini pula PKPT hadir.

Dari fakta sejarah sementara yang kami himpun, hasil kongres di Surabaya tersebutsangatlah berdampak positif. Sehingga lahir, lalu tumbuh subur, susul menyusul beberapa Pimpinan Komisariat ditataran kampus yang mendeklarasikan diri. Periode awal PKPT ini dimulai oleh Universitas Negeri Surabaya (Unesa, 2000), Uinversitas Islam Negeri (waktu itu masih IAIN Sunan Ampel) Surabaya (2003), Universitas Sunan Giri Sidoarjo (Unsuri, 2004) di Jawa Timur dan Universitas Negeri Semarang(Unnes, 2002) di Jawa Tengah. Masing-masing dari organisasi Pimpinan Komisariat ini masih berjalan sendiri-sendiri. Sama sekali tak ada integrasi antar satu dengan yang lain. Penamaan nomenklatur PKPT juga belum dikenal dan dipakai. Seiring berjalannya waktu dan proses yang ada, PKPT semakin subur pada era 2005-2015 ini. Kini, data yang terjaring dalam forum komunikasi”PKPT IPNU IPPNU Se-NUSANTARA hingga akhir 2017, PKPTIPNU-IPPNU tersebar di Jatim, Jateng, Jabar, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Palembang dan Makassar. Organisasinya berjalan dan aktif berkontribusi memupuk para kadernya di Kampus daerah masing-masing.Athoolallu wa baarokallohu lahum jam’iyyatahum ajma’in.

 

PKPT IPNU – IPPNU STKIP NU Tegal

Kaderisasi merupakan ruh perjuangan IPNU – IPPNU guna menyiapkan para pemimpin masa depan. Sehingga, sering sekali kita dengar “seperti apa NU 30 tahun kedepan, lihatlah kader IPNU hari ini”. Dalam dinamika kampus STKIP NU Tegal, hadir pula IPNU – IPPNU sebagai wajah mahasiswa jam’iyyah NU atau bagi mereka yang baru ingin memulai mengenal NU. Cita-cita pembentukan wadah ini cepat ditanggapi oleh kader-kader mahasiswa yang menimba ilmu di Kampus STKIP NU Tegal pasca Khittah IPNU – IPPNU. Embrio hadirnya PKPT diigagas oleh Drs. H. Ahmad wasari M.pd MM, yang menginginkan adanya IPNU IPPNU di perguruan tinggi, beliau yang pada saat itu sebagai ketua tanfidziyah PC NU kab.tegal. menyampaikan keinginanya kepada presiden BEM STKIP NU Tegal yang kemudian di tindak lanjuti oleh mahasiswa STKIP NU Tegal angkatan pertama tahun 2017. Kemudian, dengan semangat ke-IPNU/IPPNU-an dan demi menjaga marwah ideologi Ahlussunnah Waljamaah di kampus STKIP NU Tegal maka IPNU – IPPNU hadir.

Secara administratif, Sejarah PKPT STKIP NU Tegal hadir pada tanggal 10 desember tahun 2017. Dan resmi dilantik tgl 29 januari 2018 dengan ketua terpilih IPNU rekan SOLEH MARZUKI dan IPPNU rekanita ALICA NURSEKHA yang merupakan ketua pertama bagi organisasi ini dan urutan ke empat PKPT yang resmi  berdiri di jawa tengah Tentunya, semangat para kadernya dalam berjamaah untuk berjam’iyyah sudah dipupuk dari awal pembentukan. Pada masa itu, masih menggunakan Pimpinan Komisariat sebagaimana di sekolah dan pesantren. Belum berakronim PKPT IPNU. Usai kongres XVI IPPNU di Palembang 2012 dan KongresXVIII IPNU di Boyolali, 2015, sesuai hasilnya kita hadir sebagai PKPT IPNU IPPNU.

PKPT IPNU-IPPNU secara umum –khususnya kampus STKIP NU Tegal hadir sebagai sebuah organisasi bukan untuk ikut andil dalam persaingan organisasi pergerakan kampus. Kita tidak hadir untuk menghadirkan dualisme organisasi (ala) NU. Bukan pula berafiliasi pada organ demi meraih kekuatan politik kampus. Amanah kita hanya satu, menjaga ideologi Aswaja di kampus. Dalam hal mengintegrasikan pemikiran aswaja dan pola eksistensinya, menggencarkan amaliyah NU dalam berbagai bidang (pendidikan-sosial-budaya-politik kampus) adalah kunci (selain menegakkan kaderisasi) PKPT IPNU – IPPNU. Dalam hal berwacana dalm berdialektika menyikapi isu, tentu hasil ijtiadi pemikiran kita masih harus direlevansikan dengan qoul/fatwa ulama, kiai, dan sesepuh alim entah itu struktural maupun nonsutruktural Nahdlatul Ulama.

Salam Berjuta !!!